Wednesday, March 30, 2011

enam bulan

Beberapa hari yang lalu, saya dan si pacar merayakan hari jadi kami yang ke-6 bulan. Bahasa kerennya, 6th monthlyversary. Kata anak gaul jaman sekarang, monthlyversary adalah turunan dari anniversary. Saya sendiri ragu apakah istilah itu benar-benar ada.

Saya dan pacar bukanlah pasangan yang merayakan hari jadi dengan makan malam berhias lilin sambil membisikkan kata-kata cinta, atau sekedar bertukar hadiah yang dibungkus manis dengan kertas merah jambu. Nyatanya, saya dan si pacar merayakan hari ini hanya dengan makan siang di rumah makan bebek goreng. Romantis-manis-fantastis memang bukan gaya kami. Tukar-tukaran kado juga bukan, lebih karena saya dan si pacar sama-sama sering nggak punya uang (hiks).

Entah kenapa, di suatu malam menjelang hari enam bulanan, ketika itu saya sedang pusing ngerjain skripsi, saya melihat selembar kertas hvs dan sebuah spidol hitam. Iseng, saya membuat ini:Idenya sederhana. Dulu saya suka ndengerin kuis You Know Me So Well di Swaragama (radio), sebuah kuis untuk menguji seberapa jauh kita mengenal pasangan. Berbekal semangat you know me so well membara, saya membuat semacam TTS a la Bobo (isi setiap pertanyaan, dan temukan kalimat rahasia di kotak yang bergaris tebal) untuk menguji pengetahuan si pacar tentang saya. Iyes, norak memang nama tengah saya.

Si pacar agak syok waktu saya memberikan kertas lecek ini ke dia di rumah makan bebek goreng. Mungkin surprise manis memang tidak cocok diberikan di sebelah kulit bebek asin berminyak yang luarbiasa berlemak (tapi enak). Katanya, iya, nanti setelah ada waktu, bakal dia isi.

Besoknya, dia sms saya:
"Aku sudah isi TTSnya. Kamu ada yang salah,"
Saya heran. Salah? Salah apa?
"Harusnya kamu kasih bulan depan," sms si pacar lagi.

Dan DEENG. Saya ingat. Jadi rencana awalnya adalah 22 pertanyaan yang akan membentuk kalimat: happy 6th monthlyversary. Sederhana. Sweet. Saya ingat memutar otak untuk mencari pertanyaan yang jawabannya ada angka 6-nya. Akhirnya, saya berpikir, nomor handphone paling mudah digunakan. Kebetulan nomor handphone saya im3, jadi bisa pakai 6 dalam 0856. Dan saya tulislah pertanyaannya dengan semangat '45.

Dan sms si pacar membuat saya ingat, nomor handphone saya im3, tapi kan kepalanya 0857. Jadi, instead of membuat kalimat happy 6th monthlyversary, surprise tts saya yang indah dan seperti masterpiece itu terbaca happy 7th monthlyversary. hoyaoloh. *jedog2in kepala*

Si pacar nggak henti-hentinya ngejekin saya karena nggak hafal nomor hp sendiri. Untung dia menganggap kebodohan saya itu sebagai bentuk optimisme bahwa kami akan survive paling tidak hingga bulan ketujuh. Whatever. Saya merasa konyol.

But anyway, happy 6th monthlyversary, dear. Don't you think it's such a nice journey we've been through together?

Saturday, March 19, 2011

Abang Bruno


Beberapa waktu lalu, kelihatannya lingkungan saya sedang sangat demam Bruno Mars. Mendadak lagu Just the Way You Are dinyanyikan di mana-mana. Didendangkan dengan sumbang, dibesarkan ketika muncul di radio, dipesan di ruang karaoke. Mendadak teman-teman wanita saya menerawang dan bermimpi sang pria idaman berlutut dan menyanyi untuk mereka: kos yor emeeeziiing jas de weee yu aaar!

Saya sendiri awalnya kurang suka Bruno Mars. Pertama, karena namanya entah kenapa mengingatkan saya akan anjing. Bruno, guk guk guk, kemari, guk guk guk. Euh, itu Heli. Ya gitu deh, terlebih karena aslinya si abang Bruno ini namanya Peter, haha. Kedua, karena wajah si abang Bruno ini menurut saya kok njawani. Yah, konon doi kan orang Hawaii. Kayaknya tampang-tampang Hawaii memang nggak terlalu mbule-ni. Dan alasan utama adalah karena lagu Just the Way You Are itu menurut saya gombal abis. Rasanya tidak ada laki-laki normal yang bisa menyanyi lagu itu dengan tulus dan sungguh-sungguh, kecuali pacarnya adalah Dian Sastro atau Angelina Jolie. Saya pribadi sih nggak berharap si pacar suatu hari bakal melempar batu di jendela kamar dan menggenjreng gitar dengan romantis di depan jendela menyanyi lagu itu. Terlebih karena tadi, ketika saya nyeletuk, "Eh, kamu tahu Bruno Mars nggak sih?", si pacar menjawab dengan pandainya, "Tau lah! Yang yu-ar yu-ar itu kan?" ZZZ. si pacar memang supergaul, anak nongkrong em-ti-vi.


Lihat, kaya orang Jawa ya? Pic was taken from here

Tapi setelah mendengarkan album Doo-Woops & Hooligans, wow saya berubah pikiran dan mendadak jadi suka sama si Abang Bruno. Menurut saya seluruh lagu di album ini enak didengar dan easy listening, cocok didengarkan sambil didendangkan riang ketika ngerjain skripsi. Anggapan saya tentang si Bruno sebagai abang tukang gombal sedikit luntur karena lagu Count on Me yang saya rasa bagus sekali didedikasikan untuk sahabat tercinta, dan lagu the Lazy Song yang hampir ingin saya nyanyikan setiap pagi: Today I don't feel like doing anything, I just wanna lay in my bed... Kesukaan saya pada si Bang Bruno bertambah ketika saya karaoke di Inul Vista dan mendapat skor 98 ketika nyanyi Marry You, mwahahaha. Lagu Marry You sendiri lucu sekali menurut saya, walau saya lebih suka ketika dibawakan Glee, karena ada nari-narinya (alasan gak mutu).

Tapi favorit saya di seluruh album abang Bruno? Jawabannya Grenade. Adakah yang belum tahu apa arti grenade? Mudah, grened - grenet - granat. Awalnya saya ngga suka lagu ini, apalagi videoklipnya yang menurut saya kurang kerjaan gotong-gotong piano. Saya mulai suka ketika lagu ini dibawakan di Group Round Hollywood Week American Idol. Lama-lama saya cermatin liriknya ngenes sekali, dan khas abang Bruno, sedikit lebay.

Ini video-nya:


Iseng-iseng saya ingin men-translate lirik Grenade ke dalam Bahasa Jawa (ya, ya, saya lagi boring garap skripsi nih.)

Granat

Gampang le teko, gampang le lungo, yo ngono kae kowe uripe
Njupuk, njupuk kabeh tok, tur ora tau ngekeki
Kudune aku ngerti nek kowe ki mung masalah ket aku ngambung koe sing kapisan
Mripatmu kok mbukak, ngopo e kok mripat mu mbukak?

Takkekke kabeh sing tak duweni, tur mbok uncalke neng sampah
Mbok uncalke neng sampah, ya to?
Ngekeki aku tresnomu, iku wae sik tak jaluk
Soale kowe ra ngerti nek..

Aku iki bakal nangkep granat kanggo kowe
Nguncalke tanganku neng peso kanggo kowe
Aku iki bakal mlumpat nang ngarepe sepur kanggo kowe
Kowe ngerti, opo wae bakal tak lakoni kanggo kowe..

Sudah ah, capek. Lagian kayaknya bahasa Jawa saya juga nggak bener deh, hahaha.

Sejujurnya, post ini awalnya ditujukan untuk membuat review musik. Tapi kok jadinya malah begini? Mungkin karena saya lagi pusing. Ya, ya, sudah lah. Mungkin setelah baca post ini ada yang mau ngasih saya tiket Bruno Mars yang konon sudah sold out itu?

Selamat datang ya nanti, bang Bruno. Kapan main ke Jogja?

Wednesday, March 16, 2011

Quick Post.

Selamat ulang tahun, Oom Jicky.
Selamat memasuki masa pensiun.
Semoga tahun ini saya benar-benar bisa membuat Papa bangga :)

Friday, January 28, 2011

Jeng-Jeng Photoshoot

Suatu ketika, seorang sahabat saya bernama Ticex (a.k.a. Istyakara) mengirim private message via facebook. Foto-foto, yuk!, katanya. Dikirimkannya juga link blog hijabers community, rupanya sedang diadakan semacam kontes foto The Colors of Sisterhood. Si Ticex ini memang salah satu teman saya yang paling gaul, stylish, serta melek fashion. Kerjaannya saja setiap hari kalau nggak kuliah adalah jualan tas. You guys check her lookbook here.

Jadi lah saya dan teman-teman SMA yang biasa disebut Jeng-Jeng, berfoto bersama di Gedung Pusat UGM. Sempat dipandang nyinyir oleh para satpam dan saya sempat sembunyi-sembunyi ketika seorang dosen saya, yang juga atasan saya di proyek kampus, lewat. Oh eh oh, jadi model tidak semenyenangkan yang terlihat di America's Next Top Model.

Singkat cerita, walaupun hanya berhasil sampai ke 2nd round dan tidak menang, saya dan jeng-jeng lain cukup senang. Semata-mata karena foto kami sudah nampang, dan kami punya stock lumayan banyak untuk ganti profile picture facebook.

Kontes hijabers community ini juga membuat saya senang bukan main. Saya sudah pakai jilbab sejak SD. Ketika itu, alasannya sederhana. SD saya Muhammadiyah, dan ibu serta kakak saya juga memakai jilbab. Karena itu pakai jilbab sudah menjadi bagian diri saya, tidak pernah terlalu saya pikirkan, sama rasanya seperti memakai kawat gigi, misalnya.

Lately, entah kenapa saya merasa ada sebuah trend yang cukup emerge di kalangan teman-teman saya. Menjadi stylish hijabers. Pemantiknya tentu saja adalah growing-nya fashion blog berjilbab, seperti Hijab Scarf, Dian Pelangi, Ghaida Tsurraya, Wulan, dan masih banyak lagi. Subhanallah, those young women really know how to dress up, properly, in such pretty ways. Harus diakui saya menghabiskan banyak malam saya di depan laptop, got aah-ed and ooh-ed, just seeing their pictures.

Rupanya banyak, oke, ulangi: banyaaaak, teman-teman saya yang juga rajin ngapel di hijabers fashion blogs, walau kebanyakan hanya silent readers. Dan benar, lho, sungguh terlihat bedanya di kampus. Semakin banyak yang pakai jilbab, semakin banyak yang berani berkespresi. Sayangnya kelihatannya banyak yang masih jadi korban-kemakan-trend saja, tapi hal itu nggak bisa disalahkan, toh semua adalah proses belajar. Para ustadzah, guru TPA, guru agama sekolah tentu nggak akan menyangka kalau cara mendorong para anak perempuan untuk memakai jilbab adalah dengan menyuruh mereka blogwalking dan main internet :)

Ah, sayangnya being stylish isn't my thingy. I love dressing up, tapi memang I'm not bold yet fierce enough. I'm a bit conservative, Masih malu-malu kucing kalau pakai baju aneh-aneh, hihihi. Lagian si pacar suka ribut kalau saya pakai baju aneh-aneh. Jadi, no, blog ini akan stay menjadi blog gado-gado dan kelihatannya nggak akan ikutan jadi fashion blog, hehe.

But feel free to enjoy some of our shoots here (bukan foto2 yang diikutin kontes):


Dhani, Dian, Mirah, me, Ticex

moi

Monday, January 17, 2011

DZT, it's for you!

Tampaknya sudah bertahun-tahun saya tidak menyentuh blog ini. Malang sekali. Kalau blog ini adalah manusia, tentu dia sudah sekarat.

Yang paling membuat terharu adalah, walaupun blog saya vakum berbulan-bulan lamanya, masih ada yang dengan baik hati memberi saya award. Dia seorang mbak cantik berblog ciamik bernama dzt. Dan, heei, it was Stylish Blogger award. Whoot, dear dzt, are you serious or losing ur mind? Me? Stylish? You gotta be kidding.

Terimakasih, terimakasih, dear *terharu*. Baru tadi pagi saya lihat Jane Lynch menerima award di Golden Globe, maka tampaknya hari ini adalah saat yang tepat untuk menulis post ini.


accepting this award, i am asked to do the following: 1. thank and link to the person who awarded me this award. 2. share 8 things about myself. 3. pay it forward to 8 bloggers that i have recently discovered. 4. contact those blogger and tell them about their awards

Here's 8 (random, unimportant things) about myself, that maybe you don't know yet.

1. I hate durian. Saya belum dapat esensi dari menyukai sesuatu berbentuk aneh yang apabila dilempar bisa melukai manusia, berbau menyengat, dan berisi sesuatu berwarna kuning aneh dan mengandung banyak kolesterol. Ditambah harganya mahal. Serius, apa sih bagusnya? Terutama peribahasa bagai tertimpa durian runtuh yang berarti mendapat rezeki. Bisakah Anda bayangkan tertimpa durian runtuh? Anda akan masuk rumah sakit.

2. Saya sedikit kurang suka eskalator. Saya selalu lama naik dan turun eskalator. Selalu teringat-ingat adegan Final Destination ketika si cewek tali sepatunya kesangkut di eskalator lalu berakhir dengan dia meninggal secara mengenaskan.

3. Mendapat nama panggilan Fufi sejak SD. Entah mengapa. Hingga sekarang, kebanyakan teman saya merasa aneh kalau harus memanggil nama asli saya, Farrah. Entah mengapa.

4. Padahal Farrah itu, artinya orang yang menggembirakan. Atau bisa juga berarti cantik. *tersipu-sipu*

5. Nama asli saya ini membuat saya sedikit mengidolakan Farah Quinn. Semata-mata karena saya merasa ada ikatan di antara kami berdua karena nama yang sama. *dilempar panci tupperware*

6. Sangat menyukai televisi. Dan serial tivi (alasan saya jarang blogging adalah karena saya terlalu sibuk menonton televisi). Serial tivi favorit saya sekarang ini adalah Modern Family. Dan Glee. Ya, ya. Selera saya sangat mainstream.

7. Sedang merindukan seorang laki-laki. Namanya Albie Ravindra Fahd *eeyaa* *ihiiirr*. Woots, easy, people. Dia keponakan saya yang umurnya 2.5 tahun.

8. I'm currently working on my thesis, in the hope of being graduate on May. Ayo, satu, dua, tiga, doakan saya!

Award ini akan saya teruskan ke... *no idea*
Okay, everyone, feel free to get it, nyahahaha.

Ah, come back post yang sangat alay. Sigh.
.

Thursday, October 28, 2010

Meet him up!

Berhubung malam ini saya sedang mellow, saya memutuskan untuk memperkenalkan kalian dengan seseorang (cieeh, seharusnya di akhir kalimat ini diiringi bunyi genderang bertalu-talu atau bunyi terompet teman-temannya Dora. biar seru). Namanya, hmm, sebut saja si Kepala Umbi. Bukan, itu bukan panggilan sayang. Memang kepala orang ini jika dilihat dari jauh seperti umbi. Njeprak-njeprak.

Si Kepala Umbi ini benar-benar representasi profil orang Indonesia yang cocok ditampilkan di hari Sumpah Pemuda seperti hari ini. Selain memiliki nama seperti pewayangan, si Kepala Umbi juga berkuliah di Fakultas yang sangat.. Indonesia. Ketika saya sibuk mencari jurnal tentang brand, consumer behavior, atau advertising, dia membicarakan tentang sukun sebagai pengganti makanan pokok. Diai menyenangi Iwan Fals dan Ebiet G Ade. Dia fasih berbahasa Jawa dan punya logat medhok yang dulu suka saya hina-dina. Dia lahir di hari yang sama dengan hari kelahiran salah satu Pahlawan Nasional. Lihat, si Kepala Umbi benar-benar sosok yang mewakili pemuda Indonesia. Saya bisa melihat sesepuh Sumpah Pamuda di alam sana melihat profil si Kepala Umbi dengan bangga, lalu mereka saling menepuk pundak dan berkata, "Kita sudah berhasil, kawan."

Si Kepala Umbi berzodiak Taurus, dan menurut @tweeterscopes dan @zodiacfacts, Taurus adalah zodiak yang paling bisa diandalkan. Taurus berelemen tanah, orang dengan zodiak ini biasanya berpendirian kuat, stabil, dan tenang. Seorang Taurus akan meredam kehebohan dan menyeimbangkan kericuhan dari seorang berzodiak api, seperti, well, katakanlah Sagitarius. Hayo coba semua tebak, siapa yang berzodiak Sagitarius?

Sudah cukup kah teman-teman mengenal si Kepala Umbi? Sudah cukup, ya. Hal-hal lainnya biarlah menjadi konsumsi pribadi saja.

Ah saya jadi malu karena post saya kali ini norak seperti anak SMA. Apa harus di-terbitkan entri? Well, wathever, sebodo amat. Semua orang punya hak untuk menjadi silly dan norak terkadang.

(I decided to start writing this blog in a more proper way. With the right capital letters, some italic words, and so on. And maybe a more proper content, tho i thought that would be haaard because my 'nyampah' style of writing, he-heh)

Tuesday, October 26, 2010

places we love: cokro

Dulu, saya punya gambaran sempurna tentang berkunjung ke rumah nenek. Letaknya di desa, dan tiap ke sana, saya suka main di suatu sungai (atau mata air?) bernama Cokro. Airnya dingin, segar, dan saya ingat ada foto saya pake singlet sambil duduk-duduk di atas bebatuan. hmm, lovely.

Sekarang, Cokro sudah berubah, menjadi Waterboom. Yes, waterboom. Mengutip temen saya, mungkin lebih seperti Waterbyur, karena versi mini dan sederhana dari waterboom. Jadi masuk ke sana, byar byur, dan sudah. Ha ha. Saya pribadi agak sedih liat perubahan ini, karena menurut saya nggak ada yang bisa menggantikan keceh (baca: main air) di kali *anak kampung. What i love is selain ada kolah a la waterboom (dengan prosotan, ember raksasa, dan lain-lain), cokro juga punya lintasan kolam yang alami dengan pepohonan besar di atasnya. I enjoyed relaxing there, somehow terasa peaceful dan menyatu dengan alam.
Weekend kemarin saya pergi ke sana dengan keluarga (plus eyang dan budhe), niat utama adalah ngajak main keponakan saya yang baru datang dari jakarta, walaupun toh akhirnya yang keceh (baca: main air) malah tantenya. Ponakan saya takut sama air di Cokro karena kelihatannya terlalu dingin. Maksudnya saya memotivasi dengan nyemplung duluan, tapi ujung-ujungnya nyemplung sendirian, karena si keponakan langsung histeris begitu saya ciprat-cipratin air.

maaf kalau fotonya terlalu close-up.