
i'm reading Les Miserables by Victor Hugo right now. Buku ini mungkin salah satu buku paling terkenal sepanjang sejarah, terbit pada tahun 1862. Sudah teronggok di rumah saya sejak satu tahun yang lalu dan baru sekarang dibaca.
mungkin benar kalau dibilang buku adalah jendela dunia, baling-baling bambu doraemon, dan laci meja belajar nobita. saya ngerasa pergi ke Perancis di tahun 1800-an hanya dengan baca buku ini.
cerita buku ini adalah tentang Jean Valjean, seorang mantan narapidana yang mengalami masa muda penuh tekanan di penjara selama 19 tahun hanya lantaran mencuri roti. setelah lepas, Jean Valjean (i dont know how to pronounce it in France-way, tho.) bertaubat, mengganti nama, dan somehow menjadi seorang yang terpandang, kaya, baik hati luar biasa, dan menjadi wali kota yang disegani di sebuah kota kecil. suatu ketika, kedoknya ketahuan dan masuklah ia kembali ke dalam penjara. Setelah keluar, ia mengadopsi seorang anak bernama Cossette dan dimulailah kehidupan mereka yang penuh kemalangan. Cossette ini nantinya akan jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Marius yang hidupnya nggak kalah malang.
Novel ini emang penuh penderitaan, penuh rasa sakit. khas novel-novel jadul, penuh hal-hal dramatis dan karena pada dasarnya saya penggemar majas hiperbola, so that's fine with me. Buat yang enggak suka, mungkin bakal nggak tahan dengan panjang novelnya, kenjlimetan ceritanya, kebombastisan tokoh-tokohnya, dan kelebaian kata-katanya. Jean valjean dikisahkan terlalu santo, cossette terlalu cantik dan tanpa cela, marius juga sama. persis sinetron! tapi kalau nggak bagus, kalau ceritanya nggak amazing, kalau rangkaian kata-katanya nggak bikin terhanyut, novel ini nggak bakal masuk sebagai salah satu buku paling fenomenal sepanjang jaman.
And it is. it moved me :)
greatest lesson i got from this book is: marius pontmercy adalah seorang pria muda yang penuh kehormatan, namun nggak bisa lepas dari kemalangan. ia miskin luar biasa, dan suatu ketika membeli sekerat daging untuk makan tiga hari. hari pertama ia makan dagingnya, hari kedua ia makan lemaknya, dan hari ketiga ia makan sisa-sisa daging di tulangnya. reading that, u wouldn't be able to think that your life is hard.
takdir membuat mereka yang lemah menjadi bajingan dan membuat mereka yang kuat menjadi seorang yang terhormat, begitu kira-kira salah satu line di novel ini. terkadang kita ngerasa banyak sekali cobaan yang datang, yang kita nggak yakin bisa menghadapinya. oh ya, saya sih begitu. terkadang ngerasa sebagia seorang yang paling menderita di dunia. sekarang, ketika perasaan seperti itu datang, saya ingat Marius Pontmercy, Jean Valjean yang kerja paksa selama 19 tahun, maupun Cossette yang masa kecilnya cuman punya mainan sebilah pedang kayu kecil. trust me, all your troubles will look easier.