Thursday, February 25, 2010

what doesn't kill you, makes you stronger.


(walaupun fotonya gak nyambung, tapi inilah saya dan ticex. btw jilbab saya kok mlencong2 haha)

Kata teman saya yang bernama ticex, ini adalah karma.
kata saya, ini adalah cara Tuhan mengajarkan peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian.

begini ceritanya kalau diruntut. Saat ini saya dan teman saya Ticex sudah menginjak semester 6 dalam mengarungi dunia perkuliahan marketing management di FEB UGM. berikut adalah mata kuliah yg saya ambil semester ini:

- negosiasi (hari rabu, jam 10)
- pemasaran global (hari rabu, jam 13.30)
- perilaku konsumen (hari kamis, jam 13.30)
- seminar pemasaran (hari jumat, jam 7.00)
- kewirausahaan (hari jumat, jam 13.30)

ya that's it. kelimanya adalah mata kuliah horor dengan dosen yang mengajarkan kita untuk melakukan kerja rodi, menguras keringat, darah, dan air mata. tugas nya setumpuk, dan kelima-limanya punya metode presentasi. seorang teman saya bilang saya agak ngawur karena mengambil kelima mata kuliah itu bebarengan, karena itu akan membunuh secara perlahan. tapi saya pede. menurut saya, ah, pasti bisa lah.

Saya dan Ticex punya rencana untuk bolos kuliah di pertengahan Mei nanti. alasannya akan saya kasi tau kapan-kapan. rencana ini belum pasti karena akan gagal ketika tiba-tiba kami dapat jatah presentasi di pertengahan Mei tersebut. gak masuk saat presentasi bukan ide yang menarik, tentu saja.

Jadi waktu kemarin kami masuk ke kelas negosiasi dan pemasaran global, kami berdoa sepenuh hati: pokoknya presentasinya jangan tengah mei jangan tengah mei jangan tengah meiiiiiii.

dan dibagilah jadwal presentasinya. pertama untuk kuliah negosiasi. ticex dapat jadwal minggu depan, dan saya satu minggu setelahnya.

lalu untuk kuliah pemasaran global. ticex dapat jatah kelompok satu dan saya kelompok dua. kelompok satu presentasi minggu depan. kelompok dua satu mingu setelahnya.

lalu kami teringat jadwal presentasi seminar. ticex dapat jatah presentasi hari sabtu minggu depan. dan saya hari jumat setelahnya.

lalu saya teringat jadwal presentasi pemasaran global. ya, tepat sekali. dua minggu setelah ini.

lalu teringat jadwal presentasi kewirausahaan. oh, ngga ada jadwal. ya karena presentasi dipilih acak jadi semua harus SIAP anytime.

astaghfirullahalazim. kalau kata orang jawa, modaro kono.

ya saya berasa modar. berasa ini akhir dunia. demi apa 4 presentasi horor-horor di minggu yang sama? satu presentasi aja mungkin uda bikin saya belingsatan. apalagi 4??!!! mana presentasi pemglob partner saya bagaikan mahluk goib yang entah dimana keberadaannya saat ini sehingga saya terancam bakal single fighter. presentasi seminar jelas sendirian. untunglah teman2 di kelompok negosiasi dan perilaku konsumen (permen) enak-enak. i'll count of you guys.

tadinya ini serasa akhir dunia. lalu saya sadar bahwa saya mengeluh terlalu banyak. again, what doesnt kill you makes you stronger. ini memang nampak berat tapi saya akan bertahan. seperti lagu vierra : aku kan bertahaaaaaaaan meski tiada mungkiiiiin... hahaha. btw i really hate vierra haha menurut saya lagunya ngga mutu dan liriknya ngga make sense.

baiklah. ini post ngga jelas yang penuh emosi. are you bored? surely you do. nasib anak kuliah. kalau becandaan saya dan teman-teman ketika dunia perkuliahan sedang hectic dan bikin stress begini: "ah pusing ah kuliah mending kawin aja."
yah yang mau dikawin juga sapa.'

oke, i'll update soon with more 'bermutu' post. soon. haha :)

Thursday, February 18, 2010

Hujan. dan berbagai hal lainnya.

Saya suka hujan. terutama kalau hujannya terjadi waktu saya lagi di rumah, bersiap mau tidur, sambil minum coklat panas.

tapi biasanya saya juga suka sebel sama hujan. terutama kalau sedang di jalan, butuh pergi, atau butuh keluar. kalau sedang naik mobil saya sebel karena harus nyiprat2in air dan dapat tatapan mendelik yang luarbiasa horor dari para pengendara motor. kalau sedang naik motor, ya selain dapat cipratan air dari para pemilik mobil, mantel jas ujan yang saya pakai juga nggak pernah menjamin kekeringan 100%. belum lagi sepatu yg bakal basah dan berpotensi rusak dengan lebih cepat.

Saya juga sebel sama hujan karena beberapa hari yang lalu kota yogyakarta sempat kedapatan hujan hebat dengan gledhek alias petir yang menyambar-nyambar. horor. bukan hanya horor dan cucian jadi lama keringnya, rupanya gledhek tersebut berhasil menyamber kabel telepon kompleks rumah saya. walhasil sambungan telepon terputus, dan begitu pula sambungan internet. hiks. hidup saya hampa tanpa internet.
Walhasil sambil nunggu kuliah jam setengah dua nanti saya mapan di perpustakaan dan ngenet dengan riang. kebetulan saya ada gawean yg memaksa saya untuk harus berkutat dengan email tersayang. di perpustakaan pemandangannya tidak kalah horor dibandingkan dengan hujan badai kemarin. Semua isinya orang-orang sedang skripsi. kalau enggak orang-orang sedang belajar. wajah mereka serius dan penuh dedikasi untuk menghadapi masa depan.
Dari jauh saya keliatan gaya aja ngetik2 dengan mantap. padahal update blog n main twitter doang, sebagai bentuk pelampiasan kekesalan karena facebook diblokir. belum lagi saya jg sempat foto2 pake webcam. hahaha. ironic. tapi nggak papa. hitung2 kalau ditanyain orang: "habis dari mana?" jawabannya keren, "Dari perpustakaan." Perlahan-lahan saya akan membangun image menjadi gadis rajin yang gemar belajar. hidup.

oya ini hasil foto2 saya. foto kedua maksudnya mau pamer buku catetan baru utk semester 6. foto ketiga maksudnya mau pamer kuteks. ah tapi pamer itu dosa. haha.

Sunday, February 14, 2010

when i got nothing to do





entah kenapa saya sedang terobsesi menjadi gadis muslimah yang solekhah, kaffah, dan nggak lagi 'jeans-blouse-flats'-kind of girl.

dari atas sampai bawah adalah prioritas dari yang paling 'tidak mungkin saya kenakan' sampai yang 'most likely to be used' ahaha. looklet is fun, yet timeconsuming, yet distracting.

Monday, January 25, 2010

Untuk our dear little Desi

Saya dan teman-teman baru aja pulang dari piknik berkedok survey KKN ke Malang. Liburan yang menyenangkan setelah satu semester terkungkung bersama kuliah-kuliah yang membuat stress. Kami berangkat selasa malam naik mobil kijangnya rahmadi yang plat nya cantik (B 2500 VD). personel nya ada saya, Rahmadi, Giwang, Doting, Echi, Ticex, dan Ayu.

The holiday went great, and so did the survey. kami senang-senang. gembira.

Hari Sabtu pagi kami mulai beringsut pulang. Perjalanan ke Jogja dari Malang ditempuh melewati kota Batu dan kemudian kawasan Pujon yang bergunung-gunung. Saya duduk di belakang sendiri sama Doting. Rahmadi nyetir. Giwang jadi copilot. Echi Ayu Ticex duduk di tengah. beginilah kurang lebih posisinya

Sepanjang jalan kami becandaan aja kerjaannya. Si sopir yg merangkap sebagai si pemilik mobil dan juga merangkap sebagai koordinator KKN, Rahmadi, memang paling enak dikerjain. haha. Bagaimanapun saya harus appreciate dia karena i know he's a great driver. kalo kata saya nyetirnya kaya bapak-bapak. kadang ngebut tapi tenang dan mantep.

mobil kami tiba di tikungan.
rahmadi ngerem sedikit.
tiba-tiba ada anak kecil nyeberang dari arah kiri. kami lihat dia nengok ke kiri, tapi enggak nengok ke kanan (arah datangnya mobil kami).

Rahmadi sempat ngeliat mata kaget si adek waktu dia ngelihat mobil kami. Dia juga sempat ngeliat bagaimana si adek terkena badan mobil. Kami ngelihat bagaimana si adek terpental jatuh. persis di depan mata kami.

Rahmadi mengerem panik dan meminggirkan mobil. Ibu si adek kecil (yg kemudian kami tahu ternyata adalah tante nya)berteriak histeris. Saya dan teman-teman langsung pucat pasi, yang terbayang langsung adalah kemungkinan-kemungkinan terburuk. bagaimana kalau, bagaimana kalau?? Begitu mobil terpinggirkan kami segera menghambur keluar dari mobil, kecuali saya dan doting yang duduk di belakang dan susah keluar karena korsi yg tengah harus ditekuk dulu. saya sempat denger tangisan si adek yang meraung kesakitan.

Mobil kami belum dipinggirkan dengan sempurna dan masih menghalangi separuh jalan. Doting langsung inisiatif buat minggirin mobil, jadi dia mencolot ke balik kemudi dan memarkir mobil. di luar, oom nya si adek tiba-tiba muncul. ngedengar suara decitan rem kami, dan keponakannya yang menangis kesakitan, emosi langsung menguasai si oom. Dia ambil parang yang entah karena apa ada di dekat situ, dan mengacung-acungkannya ke Doting yang waktu itu ada di belakang setir. "Kamu, ya yang bawa mobil??!!" dia teriak penuh marah.

Doting langsung gelagapan. "Pak bukan saya!" katanya. Saya dan teman2 lain panik ngeliat parang yg diacung-acungkan, yang jelas bukan kombinasi yang baik bila ditambahkan dengan muka si oom yg horor. Echi Ayu dan Ticex yang waktu itu sudah memegang si adek langsung berusaha membela kami. Giwang berusaha menenangkan bapaknya. Saya masih duduk di jok belakang pucat pasi.

Singkat cerita akhirnya si bapak berhasil ditenangkan. Rupanya si tante yg ngelihat kejadian tahu benar bahwa kami enggak salah. bgmn pun nyebrang tanpa lihat jalan, di tikungan pula, bukan tindakan yg benar. akhirnya kami memutuskan utk membawa si adek ke RS terdekat. sayang beribu sayang ternyata parkir yang terburu-buru membuat roda kami selip. akhirnya anak-anak cowok bersama saya dan Ayu haruslah dorong-dorong mobil dulu. Echi dan Ticex di dalam mobil memangku si adek.

Setelah mobilnya berhasil keluar, kami langsung melaju ke RS terdekat. karena itu lokasinya hutan2 gt jadi RS terdekat adalah RS bersalin yang jaraknya 15-20 menitan perjalanan, yang mana waktu itu rasanya lamaaa sekali. saya dan teman2 semua tegang, ngga ada yg bersuara. saya bisa liat di spion mata nya Rahmadi keliatan tegang dan takut jg.

Si Adek yang dipangku Echi sebenarnya keliatan baik2 saja. Kebetulan dia pakai baju lengkap dan sepatu. nggak ada pendarahan luar. Dia nggak nangis ataupun teriak. Dan dia sadar. tapi diem aja. Tapi kami sempat dengar bunyi DAK keras waktu dia terbentur tadi, kami sempat lihat dia terpental. Kami nggak bisa terlalu berpositive thinking. Apalagi waktu sampe RS Bersalin, Giwang yang nggendong si adek sempat kepeleset gara-gara sendalnya uda licin,

Dari RS Bersalin kami dirujuk ke RSUD Batu. jaraknya kurang lebih 20 menit perjalanan. Kami uda lebih santai karena dari pemeriksaan sementara si adek tampak fine. dia cuma mengeluh mual dan nyeri di kepala dan dengkul. Belakangan kami baru tau kalo mual yg dia keluhkan itu karena si adek ga biasa naik mobil. jadi mabok.

Kami sempat mengalami pelayanan kurang profesional dari dokter RSUD Batu, tapi akhirnya si adek ditangani dengan baik. Si adek, yang kami ketahui namanya Desi, siswi kelas 4 SD, anak petani di Malang Selatan, nggak mengalami luka serius baik luar maupun dalam. Kami menghembuskan nafas lega. Si oom dan tante minta maaf pada kami karena tadi sempat emosi. Kami memberikan uang sepantasnya buat si Adek, untuk menutupi biaya perawatan.

Jam empat sore, terlambat 4 jam dari rencana awal, kami berangkat kembali ke Jogja. Kali ini Doting yang nyetir karena Rahmadi masih syok. Kami jalan pelan-pelan dan berdoa dengan gencar sebelum berangkat.

Walaupun sudah selesai dengan damai, walaupun pemeriksaan dokter sudah jelas, sampe sekarang kami masih sering teringat sama si kecil Desi. Anak petani yang lugu, nggak banyak omong, yang hari itu sedang diajak berlibur sama oom dan tante. Apakah sekarang kakinya masih kerasa sakit? apakah kepalanya benar nggak apa-apa? Bagaimana pun, scene ketika Desi ngelihat ke arah kami dan sedetik kemudian jatuh terpental mungkin nggak akan kami lupakan seumur hidup.

Little Desi, we wish u well there in Malang. And for everyone of you reading this post, please drive safely. (bytheway, ini kami yg mengisi perut setelah tragedi Desi)

Monday, January 18, 2010

Jodoh

Kata pepatah, jodoh itu di tangan Tuhan. Saya sih percaya. Sejak dulu saya ini orangnya memang agak naif karena menurut saya semua orang udah ada pasangannya masing-masing jadi perkara sekarang saya ngga punya pacar terserah deh, artinya cuma jodoh saya masih belum diketemuin aja sama Tuhan.

Kakak cowo saya mungkin juga pnya pikiran begitu. Namanya Mas Yus, umurnya tahun ini 26, dan sekaran kerja jd dokter hewan di Gelanggang Samudra. Dia ngga punya pacar, padahal orang tua saya sudah kepingin mantu. Mama saya kepingin mantu sebelum bapak saya pensiun, which is April 2011. Jadilah mama dan papa saya begitu bersemangat ngojok-ngojoki kakak saya itu buat segera menemukan sang belahan hati.

to be honest saya juga kepingin si kakak saya cepet nikah. soalnya saya kepingin beli sepatu bellagio dengan dalih buat acara nikahannya itu hahaha.

anyway.
seorang dosen saya berinisial AW, yang mobilnya grand livina warna merah, pernah bilang dengan nada berapi-api ke seluruh kelas, katanya: "KKN itu kesempatan terakhir kalian cari jodoh! kalo kalian uda kerja, kalian bakal sibuk banget dan ngga ada kesempatan ketemu calon pasangan!"

na itu mungkin terjadi sama kakak saya. kakak saya begitu giat bekerja, dan kerjaannya di gelanggang samudra bikin dia hanya berinteraksi sama lumba-lumba dan pelatih lumba-lumba dan tukang kasi makan lumba-lumba. dan oh mungkin mbak2 yg nyobekin karcis show lumba-lumba. ini menurut orang tua saya, lho. jadi orang tua saya berpendapat bahwa tidak ada cara lain untuk membuat kakak saya segera naik pelaminan selain melalui acara perjodohan. sempat ada wacana membawa kakak saya ke acara take me out tapi langsung mendapat penolakan mentah-mentah.

wah proyek perjodohan kakak saya dilakukan dengan penuh semangat. orang tua saya mulai pasang radar saat ketemu setiap temennya yang punya anak cewe. hingga akhirnya ketemulah beberapa nominasi. waktu kakak saya pulang ke jogja kemarin, jadilah rencana perjodohan dilangsungkan. ya bukan perjodohan betulan sih. cuman kakak saya dipaksa-paksa nganter mama ke rumah temennya supaya bisa kenalan sama anaknya temennya.

aww kakak saya jelas bukan tipe orang yang bisa dipaksa-paksa. dia tipe orang yang kalo dibilangin, "coba makan apa aja asal bukan pisang" bakal langsung mulai mengupas kulit pisang. jadilah acara perjodohan berjalan kurang lancar. mungkin juga karena orang tua saya kurang pandai menilai karakteristik kakak saya dan cewek seperti apa yang kira-kira dia suka. sumpah saya liat muka kakak saya waktu di tempat nya si tante itu, wahaha bikin pgn ketawa.

kejadian malam itu bikin saya berpikir. ya ampun. kakak saya masih 25 gitu. masih umur yang sangat biasa untuk menjadi lajang di jaman sekarang. dan dia straight, demi apa pun, dan dia yaa ga jelek2 banget lah dan cukup mapan. ini hanya soal perkara waktu sampe dia menemukan the right one.

saya jadi mikir kalo besok dua, tiga tahun lagi saya ga punya pacar apakah saya bakal dijodo-jodoin juga? oh no. saya engga mauuuuuuuu. engga mauuuuuuuu. berdasarkan pengalaman, selera orang tua saya kadang2 suka engga pas di hati haha.

ah ini post nya ga jelas banget dan malah curcol.

Friday, January 15, 2010

Ke Jakarta hari Rabu-Kamis kemarin

hari rabu-kamis kemarin (13/14) saya ke jakarta. meninggalkan ujian Metode Penelitian dan Ekonomika Manajerial. sigh. ngapain saya ke jakarta? ada beberapa versi yang bisa menjawab.


versi 1 (lokasi: tempat arisan mama saya. subjek: mama saya dan teman arisannya)
teman arisan : bu Jicky tadi kok saya telepon ngga ada di rumah?
mama : wah iya saya lagi nganter anak saya ke stasiun
teman arisan : lha anaknya mau ke mana, bu?
mama : itu anak saya yg paling kecil mau ke jakarta
teman arisan : wah ngapain ke jakarta?
mama : oh ikutan lomba di jakarta
teman arisan : ooh pasti lomba fashion show ya!

versi 2 (lokasi: sekaten, tempat kerja kakak saya seminggu ini. subjek: kakak saya dan teman kerjanya)
kakak : wah aku pulang ke jogja tapi adekku malah pergi ke jakarta
teman kerja : loh ngapain adeknya ke jakarta?
kakak : itu lho jadi finalis danone
teman kerja : ooh adeknya cover girl ya!


haha
kedua versi di atas tentu tidak ada yang benar.

saya ikutan trust by danone, itu business game gitu, jadi merancang strategi2 bisnis gitu deh. semua orang pasti nggumun kalo tau saya ikutan jadi finalis di lomba ini. padahal keikutsertaan saya, it's all about luck. saya cuman pengganti dari seorang anggota timnya temen saya yang ga boleh ikutan lomba ini sama panitia karena uda pernah ikut sebelumnya. jadi, it's all about luck.

being in this team is such a great experience. selain ngerasa jadi lebih pinter beberapa level (haha), masuk koran, piknik gratis ke jakarta, saya ketemu temen2 di tim odong-odong. tadinya saya pikir mereka orangnya pinter-pinter songong tapi lama2 ternyata mereka asik, seru, dan rekan perjalanan yang menyenangkan. biar pada jorok2 dan suka kentut, tapi kita banyak ketawa dan melewatkan kejadian-kejadian yang menyenangkan, kaya' ngemper di gambir sambil makan burger king atau main minuman di kereta. walaupun being the only girl in the team sebetulnya agak intimidating juga haha.

ini tim UGM (ada tiga tim, odong-odong, makuto dewo, sama mahardika)

anyway the game was tough and the competition was in a very high level. apakah kita akan masuk ke country final dan melenggang ke paris? saya si ga mau memprediksi. ya kalo ada yg mau mendoakan saya berterimakasih sepenuh hati :)

Saturday, January 2, 2010

maybe the most famous poem i know. i like it MUCH

Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
It is our light, not our darkness that most frightens us.
We ask ourselves, Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?
Actually, who are you not to be?
You are a child of God.
Your playing small does not serve the world.
There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you.
We are all meant to shine, as children do.
We were born to make manifest the glory of God that is within us.
It's not just in some of us; it's in everyone.
And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.
As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.
yes, teman-teman, we're all meant to shine.