Sunday, August 30, 2009

SALE, SALE, SALE! :)

kata tetangga saya yg namanya mas bagus, saya itu MODIS. alias Moeka Diskon. haha.

kata teman saya ticex, kami bisa main film dan ngalahin Isla Fisher dengan film berjudul Confession of a Diskonan-holic.
ohyea, diskonan, siapa yang ngga suka?
Sebagai wanita normal yang suka berbelanja, diskonan selalu membuat mata saya hijau. saya memang sedikit impulsif kalau berbelanja. "Mumpung cuman ... " selalu menjadi justifikasi dan pembenaran saya dalam membuat keputusan pembelian. Karena itu diskonan selalu menjadi sesuatu yang saya benci dan saya cintai secara bersamaan.

Minggu ini saya pergi ke dua diskonan yang cukup fantastis, dan karena saya baik hati dan pengen posting tapi ga ada bahan (ada deeeng, tapi blum upload foto jadi besok aja lah), maka saya bagi di sini. bukan bantuin promosi juga, sih. cuma ingin berbagi informasi. semoga bisa bermanfaat utk teman-teman yang tertarik.

1. diskonan LEA di jalan mangkubumi. You all know Lea. Jeans dan teman-teman yang rasanya cukup terkenal seantero dunia. Diskonan Lea ada di Jalan Mangkubumi, seberang KR, dan dibuka sampai tanggal 17 september (kalau ga salah). Di sana ada jeans beraneka rupa 100.000-an, hem-hem cewek 30.000-50.0000 dan segala rupa lainnya. dan ingat, ini merek LEA. ohwaw. saya naksir banyak hal, mulai dari celana jeans courdoray (eh nulisnya gimana ya?) sampai blus bergaya taplak meja yang cute. tapi saya sedang ontheway menjadi gadis yang lebih rasional. jadi..
what i got there : nothing hahhaa :)

2. diskonan GRAMEDIA, di gramedia sudirman. rasanya kaya pergi ke pameran buku. walau tempatnya kurang pw, sempit, dan bukunya cuman di bruk-brukin aja, i love it a lot! bayangkan! komik doraemon cuman 3 ribu rupiah, goosebumps yang dulu saya gilai banget waktu sd cuman 2 ribu rupiah! rata-rata buku disana dijual 10.000 - 25.000, dan kabarnya koleksinya bakal ditambah terus. beberapa buku yang menarik hati saya antara lain: buku cerita bergambarnya Madonna (saya pengen beli buat keponakan, hehe); buku-buku serial chicken soup, mars and venus, dan don't sweat the small things berbagai versi; buku Marketing Management nya Kottler dan Business Essential yang dijual hanya kepala seratus ribuan (oh seandainya saya belum lulus kuliah2 ituuu!!); novel-novel seperti novelnya Nicholas Sparks (yg ngarang the Notebook, Message in the Bottle, dan A Walk to Remember), James Petterson (penulis Suzanne's Diary for Nicholas dan series Maximum Ride), dan banyak lagi.

what i got there:
- Falling Angels dari Tracy Chevalier (saya tahu tracy dari A Girl With A Pearl Earring, sebuah buku yang saya suka bgt karena cantik dan menghanyutkan, yang sudah difilmkan dengan Scarlett Johanssen sbg pemainnya) for only idr 10.000
- A Spot of Brother dari Mark Haddon (i love mark haddon for writing The Curious Incident of a Dog in the night Time, huaa it's the coolest book ever!) for idr 27.500jadi, bagi yang tertarik silahkan kesana..

dalam post asal ini saya ingin sampaikan duka yang mendalam utk kakak kelas saya di FEB yang meninggal karena tragedi di Jembatan Layang. Detailnya membuat saya merinding, dan saya berdoa utk almarhum agar diterima segala amal ibadahnya, dan diberi ketabahan utk seluruh keluarga dan pihak yang ditinggalkan. Teman, pelajaran keras lain bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.
btw one song i currently repeating on my playlist: We Are Golden dari Mika, dan satu album Harmoni Cinta dari Gita Gutawa, hahaa. love them.

Saturday, August 22, 2009

dedicated to sie acara simfoni 2009

Minggu terakhir ini benar-benar minggu yang berwarna.
Ada warna-warni kuning, oranye, pink yang menyenangkan, ada warna hitam dan kelabu yang melelahkan, ada warna biru dan hijau yang menyejukkan, ada warna merah gelap yang membakar emosi, ada warna perak berkilauan yang akan selalu terkenang.

Warna-warni itu saya dapat dari kepanitiaan acara ospek kampus yang bertajuk Simfoni, dimana disana saya bertemu dengan 12 orang yang tadinya saya pikir nggak semuanya adalah tipe-tipe orang yang biasa dekat dengan saya. ada yang rajin dan ber-ip nyaris 4, ada yang serius dan suka nongkrong di ruang bem, ada yang anak gaul kampus, ada yang dulu saya sebelin karena saya pikir lenjeh, ada yang tampak pendiam dan kalau bersama dia saya sampe nggak tahu mesti ngomong apa.

Nyatanya seperti nama acara kami, lambat laun kami mulai menjadi sebuah Simfoni. Ketika simfoni adalah sebuah jalinan nada berbeda-beda yang tergabung dalam suatu komposisi, 13 orang yang berbeda ini kelamaan mulai saya rasa menjadi sebuah keluarga. Saya nggak bilang keluarga ini sempurna, tanpa ketidaknyamanan, tanpa rasa sebal satu sama lain, atau tanpa ngerasani di belakang. Keluarga ini, sama seperti setiap keluarga lain di seluruh dunia, juga tidak sempurna. keluarga ini juga kadang saling benci. keluarga ini juga kadang sering marah, sering jenuh, sering lelah. dan karena ketidaksempurnaannya, keluarga ini membuat saya bahagia.

Papa saya mengernyit, dengan terang-terangan menyatakan keprihatinan, ketika saya berangkat ke kampus di hari minggu. Ibu saya sering nggak terima karena lihat saya setiap hari kerjaannya hanya rapat dan rapat. Keluarga ini memang menuntut diluangkannya waktu dan tenaga yang tidak sedikit. rapat sudah jadi rutinitas kami setiap harinya. kata Ibu saya, "Kamu tiap hari pulang malam, memangnya kamu dibayar? memangnya kamu dapat apa dari kampus?"

kami ber-13 bekerja luar biasa keras selama dua bulan terakhir. Untuk apa? kami mungkin juga nggak tahu. untuk penghargaan? untuk materi? saya rasa bukan. untuk pengalaman? koneksi? reward dari dewan pengawas sebagai seksi terbaik? ketenaran di antara maba 2009? saya rasa itu hanya efek samping. Saya juga nggak tahu kenapa merepotkan diri sendiri, keluar duit cuma untuk baju kembaran yang dipakai di hari ketiga, tidur di tengah malam dan bangun dini hari, berlari ke sana kemari dengan HT di tangan, rapat setiap hari sampai lupa makan, menghafal banyak lagu dan gerakan, berlelah-lelah dan memusingkan kepala.

In the end, ketika ahirnya acara kami telah berjalan, tiga hari yang bukannya tanpa cacat dan cela, kami duduk di depan panggung. menyanyikan lagu inagurasi, dan saya menangis. Bukan karena sedih kepanitiaan ini berakhir (saya juga kangen tidur lama di rumah dan membathang dan saya rasa saya gak sanggup begadang satu hari lagi, haha), bukan kaena jengkel, bukan karena marah. Saya menangis karena untuk apa pun saya dan 12 orang lainnya ini merepotkan diri selama dua bulan terakhir, it's all worth it. Senyum dan semangat yang kami dapat menjadi pembenaran untuk semua pengorbanan yang kami lakukan.

in the end, saya membaca surat dari maba 2009 buat saya, dan, memang saya bukan tipe orang yang dikirimin surat karena saya cantik dan atau sexy dan atau senyumnya terbawa mimpi, surat-surat yang saya baca bikin saya tersenyum. kata mereka: Kak, makasih ya karena selalu ceria. Mbak, kok bisa selalu semangat? aku jadi ikut semangat kalo liat mbak nari-nari. Mbak, tadinya aku deg2an mau ikut Simfoni, tapi liat mbak ramah banget aku jadi tenang. i can't help myself for crying, hahaa. saya emang gembeng setengah mati.

saya tahu yang saya dapat dari kepanitiaan ini melebihi apa yang saya berikan. Lebih dari itu, saya mendapat teman-teman yang membuat hari-hari saya semakin warna-warni. Enji, rizchung, uthek, anti, reja, andreot, dansa, icha, miul, aarism, ferry, riski.

untuk itu, saya bersyukur atas suatu sore dimana saya bertemu rizka dan uthek, dan mereka memaksa saya buat apply di kepanitiaan ini, dan ketika saya memasukkan form pendaftaran di kotak recruitmen. untuk itu, saya bersyukur atas dua bulan yang berhasil mendewasakan dan memberikan pengalaman yang luarbiasa.

dan kok post saya kali ini jadi sok puitis dan gak kayak biasanya, ya? hahaha. saya emang lagi mellow. dan merasa sangat sayang sama 12 orang lainnya itu, walaupun mungkin mereka jg ga baca, haha.

Wednesday, August 5, 2009

sahabat

tiba-tiba malam ini saya teringat dengan beberapa orang yang, entah pernah, atau hingga sekarang, saya labeli dengan kata 'SAHABAT'.

beberapa orang teman SD yang, dulu waktu zaman-zaman saya masih lugu dan polos itu, selalu duduk jejeran dan bermain sana-sini, tapi sekarang saya bahkan nggak tau dia kuliah di mana.

beberapa orang teman SMP, yang dulu ketika kami masih pakai seragam putih biru, selalu jadi partner setia curhat dan gosip sana-sini, tapi sudah sejak beberapa tahun belakangan ini berhenti saling mengucapkan selamat ulang tahun.

beberapa teman SMA, yang dulu sudah seperti saudara dan layaknya genk AADC, tapi sekarang cuman ketemu waktu liburan, dan entah akan seperti apa kalau tidak ada yang namanya facebook dan ym.

bahkan beberapa orang sahabat ketika kuliah, yang dulu sempat sangat dekat, tapi sekarang terasa jauh.

kenapa ya?
suddenly i miss you all.

Saturday, August 1, 2009

The Fall

Saya suka sekali nonton film, walaupun saya jelas bukan anak bioskop. saya lebih suka pinjam vcd dan nonton sendirian di rumah sambil ngemil, menumpuk lemak. alasannya sederhana: lebih tenang (oh i hate ngobrol sambil liat film!), lebih murah, dan rasanya nggak menyedihkan jika dilakukan sendirian. yea, saya pernah pergi ke bioskop sndirian, nonton ice age waktu lagi ke jakarta kemaren, dan semua orang yang saya ceritain memicingkan mata seolah-olah itu adalah aib yang menumbuhkan kesan "hei aku gadis kesepian yang desperate loh".


vcd yang terakhir saya pinjam adalah the Fall. ini tipe film yang sangat cantik dan saya sangat suka, tapi saya nggak yakin ini sesuai selera banyak orang. entah kenapa saya kok selalu suka film2 yang agak aneh dengan tokoh anak kecil ya?

bersetting di sebuah rumah sakit di LA (los angeles bukan lenteng agung) mungkin sekitar awal 1920-an, The Fall bercerita tentang Alexandria, seorang imigran berusia lima tahun yang sedang dirawat karena lengannya patah waktu jatuh metik jeruk di kebun. Di rumah sakit, Alexandria secara nggak sengaja berteman dengan Roy, aktor stuntman yang dirawat karena kecelakaan adegan film (kayaknya sih gitu, hahaa)

Alexandria terpesona dengan dongeng yang diceritakan Roy, tentang lima orang pria yang berusaha balas dendam ke seorang gubernur jahat bernama Odesius. Kita bakal ngelihat visualisasi dongeng Roy, yang digambarkan dengan sangat sangat cantik dengan setting berbagai tempat di seluruh belahan dunia. konon syutingnya dilakukan di 18 tempat di seluruh dunia, dan mari berbangga hati, karena tempat cantik yang dipilih itu juga termasuk INDONESIA :) ada adegan di Sumatra dan Bali yang menampilkan sawah kita yang hijau bertingkat-tingkat, ada semacam tarian kecak yang terlihat mistis dan cantik sekali. selain di Indonesia, banyak scene di India dan Afrika. sama cantiknya.

ini di Indonesia!

walaupun alurnya lambretong banget dan sedikit boring dan bikin ngantuk, saya suka banget film ini. bagaimana dongeng Roy adalah metafora kehidupannya, dan bagaimana Alexandria memvisualisasinya dengan kepolosan khas anak kecil. betapa unik dan menariknya percakapan antara Roy dan Alexandria. betapa film ini begitu indah dan artistik di satu sisi, tapi begitu gelap dengan isu drugs dan depresi di sisi yang lain. dan betapa cantiknya dunia tempat kita tinggal ini, dengan begitu banyak tempat yang ingin saya kunjungi suatu hari nanti.

ini charles darwin, salah satu tokoh dongeng nya, hehe.


Friday, July 31, 2009

dimsum day.




Pada dasarnya, saya dan teman2 adalah gadis-gadis yang sederhana. Kalau sedang makan di restoran, kami selalu melihat menu dari arah kanan, alias dari harganya dan bukan dari makanannya, haha. Kami menyenangi emperan dan kaki lima. tempat makan favorit kami adalah warung burjo. ya, kami memang bukan orang-orang gaul, haha :D

Makanya ketika Ticex tiba-tiba ngajak makan malam di Grand Quality Hotel, saya langsung 'GLEG. WHAT?'. Kata ticex, ada program diskon 50% dengan tambahan 10% kalau bawa KTM. Grand Quality kalau tidak salah berbintang empat, letaknya di jalan Solo dekat ringroad, dan dari luar aja sudah terlihat ohwow. waktu saya, ticex, dan dhani (they're my besties from highschool) sampe ke sana, kami udah jiper duluan masuk ke dalam hotel yang megah meriah dan keminclong di mana-mana.

Nama restorannya saya lupa. Yang jelas chinese food berisi dimsum. Usher yang menunggu di depan restoran menyapa kami yang terlihat auu' kebingungan dan mengiyakan pertanyaan kami yang tanpa tedeng aling aling, "Pak ini masih ada program diskon yang mahasiswa 60% itu?" ahhaa. kalo si bapak nggak mengiyakan mungkin kami langsung pulang. Si bapak tersenyum manis dan bilang, "Sudah mbak, nggak usah malu-malu.."

Kami duduk dengan canggung. selain kami, ada tiga rombongan yang mukanya saja sudah menjeritkan "hai aku sugih lho". Kami pesen dimsum dengan metode sedikit asal karena kami buta masakan china. pegang sumpit aja nggak jago.

Pesanan datang. Kami makan dengan gembira. saya lupa kami pesen apa aja karena banyak nama china yang bagi saya cuman terdengar seperti lim wa wong chi kyong dan sebagainya. Yang jelas ada semacam cakue yang gurih. semacam siomay dengan udang yang mantap. semacam udang berbentuk rambutan yang nikmat. semacam kulit tahu dengan saos yang enak (tapi kecil). semacam otak2 seafood yang enak. dan tiga puding mangga yang segar.

kata papa saya, saya nggak cocok sama sekali jadi jurnalis kuliner. alasannya, kata papa saya: "Kamu tu semua makanan dibilang enak."
hahahaa. saya memang doyan makan apa aja. kalo kata temen saya intan, kan, "gombal diuyahi wae mesti koe gelem fu." hhaa. nggak segitunya juga sih.

masa yang paling deg2an adalah masa pembayaran. mas2 pelayan disana tampaknya sudah mahfum kalau kami cuman tiga gadis sederhana pencinta diskonan. waktu kami mau pesan minum dan langsung terbengong-bengong lihat menunya (isinya semacam minuman-minuman keras berharga jutaan! dan jus2 berharga 20-an ribu dan HEY AIR MINERAL AJA 16 RIBU BAYANGKAAN!), sampai kami sempat berniat mengeluarkan aqua dari dalam tas aja, hahaha, mas nya pelayan langsung bilang: "Maaf mbak, di sini minumnya memang lebih mahal dari makanannya. mbak pesan chinese tea aja, cuman 5.000"

ahaha. mas-mas itu tahu sekali kalau kami gadis ngirit. kami mengiyakan. walau chinese tea tidak bisa dibilang enak (cuman teh bisa dalam teko cina, menurut saya, haha!) tapi lumayan lah. dan waktu bill diantar, wooooow, kami langsung berseri-seri gembira. habisnya 60.000 rupiah, sudah termasuk tax. rasanya lumayan sekali.

intinya: the food was great and the hotel itself was beautiful. we took some photos there (of course!). maafkan foto2 kami yang seadanya. pada dasarnya kami cuman banci foto, dan sama sekali tidak berjiwa fotografer. menurut kami, foto yang bagus adalah foto yang ada kami nya, dan foto yang jelek adalah foto yang enggak ada kami nya. that's why menurut kami self timer adalah ciptaan hebat yang mengubah dunia, hahaa. PLUS, ini cuman kamera handphone saya si OYEN. enjoy.
walaupun nggaya makan di hotel tapi tetep naek motor bebek hahaha

more photos di facebook hihihi (pameeeer)

Saturday, July 18, 2009

quick update ;D


wah kayaknya you guys got me wrong di post sebelumnya. intinya kan bukan pada fakta bahwa saya ga ada pacar tapi lebih ke fakta bahwa ada sifat2 saya yg mesti diubah. saya kan pake prinsip deduksi. eh induksi. eh apa sih yg intinya itu di belakang? whatever lah.

hahaha. tapi trmkasih. fyi saya senang dan bahagia kok dengan keadaan yg sekarang. buktinya saya bisa cekikikan sampe surabaya sama teman2 tercinta: ticex intan ayu adi giwang nataya. yiiha! kita sampe kemaren malem, dan pulang besok pagi. wahhh express banget sih tapi membahagiakan.

malem ini kita mau jadi anak gaul surabaya gitu dehh ke sutos. cerita lengkap saya update dirumah deh, ini pake laptopnya adi hurufnya mini2 banget.

ok! cya! have a great long weekend semua!

Thursday, July 16, 2009

tiba-tiba berniat curcol..

peringatan: post ini berisi curhat ga jelas.. bagi yang tidak berminat monggo diskip saja.

well, beberapa hari kemaren saya sempat bertanya-tanya sendiri, kenapa saya berstatus single begitu lama. bukannya mau mengasihani diri, bukannya saya desperate dan kesepian karena ga punya pacar, saya cuma bertanya-tanya aja. mumpung tengah tahun: buat introspeksi. Saya single udah lumayan lama, dan ini kondisi yang jelas nggak bikin saya bangga. Di satu sisi saya bukan tipe orang yang memuja kesendirian dan menyanyikan lagu "single happy" dengan lantang, tapi di sisi lain saya juga bukan orang yang suka meratapi malam minggu dan desperate karena ga pnya pacar. Biasa aja. mungkin karena terbiasa.

mungkin saya emang pernah sih sebel sama beberapa orang yang menurut saya karena kelakuannya nggak deserve untuk dapet kehidupan cinta yang berwarna. dia nyebelin, dia player, dia nggak sebaik yang orang kira, tapi kok tetep segudang yang ngejar2? kadang saya berpikir bahwa semua hal itu harus resiprokal. kalo kita baik, kita harus dapet yang baik. dan saya merasa saya udah cukup baik tapi kok ga dapet love life yang baik? yaaa perasaan2 childish biasa. saya yakin banyak yang ngerasa ky gitu juga. eh iya ga sih?

kalo saya suruh jawab sendiri pertanyaan itu, kenapa saya lama single jawaban saya adalah: mungkin karena saya aneh. hahaha saya akui saya orangnya aneh. suka komentar dan gerak-gerak ga jelas. saya gak kaya' mahasiswi fakultas ternama yang usianya kepala dua. gimana dong, keanehan itu udah mendarah daging. kalau saya lagi ga aneh, justru temen2 bingung dan bilang saya keliatan sendu.

kalo saya jawab versi kuis facebook yang saya ikutin beberapa hari lalu, jawabannya begini:

(kamu berharap kekasih seperti pangeran tampan berkuda putih, mempesona, elegan, dan sopan ramah. impian ini tak pelak membuatmu mengalami kegagalan dalam perjalanan cinta)

haha, kalimat terakhir bikin pengen misuh, emang: ASYEEEEEM!!! Hahhaahaa tapi entah kenapa saya kok kalo isi kuis facebook kadang2 suka ngerasa "eh iya juga ya?". ini salah satunya. mungkin saya terlalu banyak mainan facebook jadi teracuni. tapi well, mungkin emang ada benernya.. hahaha :D

kalo menurut buku yang baru saya baca, EAT, PRAY, LOVE, ada sebuah perkataan begini: you don't get what you want, but you get what you need. Tokoh disitu orangnya periang, ceria, dan penuh semangat, sementara kakaknya adalah orang yang murung, penyendiri, dan serius. waktu mereka kecil, semua orang selalu bilang kalo si kakak akan sendiri dan kesepian di masa depan sementara si adek akan lancar perjalanan cintanya. ternyata justru kebalik. Si tokoh bilang: dia bisa paham kenapa itu terjadi, karena kakaknya yang pemurung itu memang BUTUH seseorang yang akan selalu nemenin dia. sementara dia sendiri, yang bisa bahagia walaupun nggak punya kekasih, nggak sebutuh itu, karena toh temannya banyak, dll. mungkin saya single lama karena memang saya belum butuh2 banget punya pasangan.

kalo kata temen saya teta, itu karena ketidakberuntungan saja. mungkin.

kalo kata temen saya echi, kesalahan saya adalah karena saya orangnya ga proaktif. saya ga mau gerak duluan. saya cenderung gak open sama kemungkinan-kemungkinan. hahhaa :)

saya dan echie memang tipe orang yang memegang prinsip yang berbeda. saya yang risk averse(ga suka resiko) dan konvensional, dan echie yang bilang: "kalau aku, daripada menunggu jawaban, lebih baik cari sendiri jawabannya, fu. kalopun ternyata enggak sesuai, ya udah cari yang lain. daripada stuck ke satu orang aja."

well, itu memang bener. saya orangnya pasif banget dan ga pernah mau gerak. misalnya sekarang, saya lagi agak rada naksir sedikit (penekanan pada kata agak rada sedikit) sama.. well, seseorang. dan saya ga pernah berani untuk lebih dari mengeluarkan jurus ilmu kebatinan alias naksir dalam hati. kemungkinan saya tiba-tiba ngajak dia lunch, misalnya, atau seperti jurus seorang teman saya, mencolek sang gebetan yang sedang nyanyi-nyanyi sendiri dan bilang "suara kamu bagus juga ya. karokean yuk!" itu sangat tipis, karena bahkan utk ngesms aja saya butuh pertimbangan berat. saya cuman berani melakukan langkah terselubung, dan jatuhnya langsung jiper karena target saya itu nggak menanggapi, entah nggak sadar atau memang nggak mau menanggapi. usaha saya buat mendekati sang target sejauh ini nol besar, selain menjadi semi-stalker, haha.

kalo dipikir-pikir, itu emang bad habbit saya, dan saya nggak bangga karenannya. saya publish disini cuman sebagai bahan renungan aja biar saya nya mau agak berubah. hei, niat yang ditulis itu lebih kuat daripada niat di awang-awang lho! saya rasa saya itu : cenderung enggan memulai, menghindari resiko, dan terlalu takut sama penolakan. mungkin itu juga yang bikin saya kurang inisiatif, banyak mimpi saya akhirnya mandeg di tengah jalan, banyak kesempatan yang nggak jadi saya raih. refleksi dari kebiasaan ini nggak cuman diliat dari hubungan aja, tapi juga dari sehari-hari: seberapa sering saya jawab pertanyaan dosen di kelas, kalo saya ga yakin 100% jawabannya? seberapa sering saya mau mengajukan diri utk maju di suatu acara tanpa takut salah atau malu?

jadi mumpung bulan juli (njuk ngopo yo sakjane? hahahaha) saya pengen lebih berani. ceritanya saya jadi panitia OSPEK dan barusan bikin TOR utk lembaga training yang mau kami ajak kerjasama, disitu saya mengagung-agungkan mahasiswa yang percaya diri, mau menggali potensi, menjadi agent of change, bla bla bla, dan tiba2 saya kepingin ngaca: emangnya yang nulis udah kaya gitu ya? kok kesannya jadi nggak sembodo? nah itulah titik yang membuat saya kepengen jadi orang yang lebih daripada sekarang. bukan lebih berat badan, yang jelas. tapi caranya gimana ya? doakan dengan beberapa pembelajaran ini saya bisa berhasil hahahaha :D

well ini cuman refleksi nggak jelas aja di saat seharusnya saya packing buat ke surabaya besok (yipppiiiiii). kalo ikut kalimat yang saya buat di rapat panitia ospek tadi: kita semua harus maximize our potency. saya juga. kamu gimana? i'd love to read your comments, so please give me some.