Wednesday, September 16, 2009

ramadhan tahun ini.

Ramadhan tahun ini begitu berbeda rasanya. and maybe it's different not in a very good way, yah sadly begitu.

yang pertama karena Ramadhan tahun ini berjalan secepat kilat. Kayaknya baru kemaren saya taraweh pertama, dan tiba tiba aja sekarang sudah malam ke27. tidak terasa, mak wuus wuus, tiba-tiba mau selesai. Dulu waktu kecil, saya ingat puasa itu terasa lamaaaa sekali. Hari-hari menuju lebaran disambut dengan sukacita. Sekarang, saya heran. Tiba-tiba sudah mau lebaran, dan jujur saja, saya kayaknya belum ngapa-ngapain.

dan kayaknya saya ngga terlalu ngerasa kalau ini bulan Ramadhan, entah kenapa. Dulu waktu kecil saya selalu ngerasain bedanya bulan puasa dan bukan, karena di bulan puasa saya selalu kelaparan, sorenya selalu liat sinetron Ramadhan (yang main Krisdayanti, haha), malamnya selalu minum es dan jajanan enak-enak, lalu pergi tarawih. Sekarang seiring lapar sudah lagi bukan jadi gangguan, bulan puasa entah rasanya nggak terlalu berbeda. tugas kuliah dan rapat2 masih seabrek, membuat malam2 saya jadi mesti dihabiskan di depan laptop dan bukan di atas sajadah. Makan juga biasa, karena masih sering makan di luar. Dan entah ini saya aja atau engga, tapi kok di luar sana atmosfer ramadhan juga ngga terlalu terasa, di luar rumah makan yang diberi tirai warna warni. Masih banyak orang makan es krim sambil jalan-jalan, masih banyak mbak-mbak ngider pake baju sexy.

Ramadhan ini berbeda karena tahun ini saya secara nggak sengaja dapat kerjaan. Bukan kerjaan berat sih, saya sama temen saya Echi disuruh bantuin acara buka bareng karyawan dosen di kampus. Konon, buber karyawan dosen yang isinya siraman rohani sering agak diganggu sama anak-anak kecil yang hobi lari sana sini dan teriak teriak dengan penuh energi. nah saya sama si echi diminta, istilahnya jadi ustadzah anak-anak, yang bantu menghandle si anak2 kecil waktu acara siraman rohani. hahahaahahaa. kesannya saya anak alim yang penuh welas asih gtu ya. Minggu pertama saya cerita tentang Nabi Yunus yang dimakan ikan, minggu kedua saya nggosip karena anak yang dateng cuman satu itu pun udah SMP, dan minggu ketiga saya sibuk babysitting seorang bocah berumur dua tahun bernama Intan yang menganggap lari naik turun 3 lantai di kampus FEB adalah kegiatan yang menyenangkan (sigh). Overall, it's one of the nicest experience i got this year :) dan membuat saya mempertimbangkan karier sebagai baby sitter, hhaa enggak lah ya. mungkin lebih sebagai sebuah harapan cerah bahwa kelak mungkin saya akan jadi ibu yang baik, hehee.

dan berbeda juga karena ramadhan ini saya ga heboh cari baju lebaran. Justru saya heboh pengin beli sepatu, yang akhirnya udah kesampean kemaren, hahaha. ga penting.

Yang paling berbeda di ramadhan tahun ini adalah bahwa saya sendirian. Bapak ibu saya sedang umroh di tanah suci, kakak cewek saya di Jakarta dan besok akan lebaran bersama mertua, dan kakak cowok saya yang kerjanya di Ancol ngga bisa cuti, karena ancol justru rame saat lebaran. Walhasil walau ramadhan ini juga itungannya saya jarang buka di rumah, jujur saya sering ngerasa sepi. bangun gelap-gelap dan makan sahur sendirian, pulang ke rumah dan nggak ada siapa-siapa. Saya udah biasa sendirian sih dari dulu, tapi yaa ini tidak terhindarkan. bgmnapun defaultnya lebaran itu saatnya berkumpul bersama keluarga. buka bareng, sahur bareng, tarawih bareng, salat magrib jamaah. Ndomblong bareng sambil ketawa-ketawa ga jelas sama kakak-kakak saya di acara trah-trahan karena nggak kenal sama sebagian besar orang di sana. Ngglesot bareng di mobil perjalanan ke Surabaya.

Sedih sih, tapi kadang kalau dinikmati kesendirian itu menyenangkan juga. bebas, itu jelas. dan terutama, saya jadi lebih menghargai hubungan yang saya punya dengan keluarga dan teman-teman dekat saya. frasa bahwa you never know what you get until you loose it mungkin ada benarnya. mungkin kalo lagi deketan saya sering marah sama mama saya, saya sering mutung sama bapak saya, dan saya sering ece-ecean sama kakak-kakak saya. waktu lagi jauh gini, yang saya inget cuma Kangen. Dan betapa saya berharap memiliki kekuatan Hiro untuk bisa teleport ke tempat-tempat mereka.

Tahun ini saya bakal mudik sendirian naik mobil ke rumah eyang di Delanggu. not a big problem sih, walau kemampuan nyetir saya minim saya yakin bisa selamat sampe sana, hahaa. satu2nya masalah adalah saya ini orangnya ngantukan dan bosenan. Saya takut bakal mati garing di perjalanan sejam sendirian saya menuju Delanggu. so far biasanya kalo saya nyetir dalam kota saya ga mati garing karena saya selalu nyanyi-nyanyi ngikutin radio. nah masalahnya tape mobil saya itu jeleknya minta ampun, ga bisa puter cd atau mp3, dan radio pun yang jelas cuman geronimo, swaragama, sama UTY. saya tdnya berpikir mau bwa kaset aja biar bisa nyanyi2 tapi sayang kaset2 sya udah pada ga jelas keberadaannya. Padahal saya inget banget kaset terakhir yang saya punya itu kaset Best of nya Anggun, dan itu lumayan kan buat nyanyi2. huhu.

aada yang mau pinjemin saya kaset??

whoooaa post yang panjang sekali. afterall, buat teman-teman yang muslim, saya yakin banyak juga yang ngerasa belum menjalankan ramadhan dengan maksimal. but it's not over yet, yuk sama2 kita manfaatkan hari-hari terakhir ini, hehehe. dan akhir kata, MAAF LAHIR BATIN YAA SEMUANYA! have a great happy day of aidil fitri, dan saya berdoa semoga idul fitri tahun ini membawa banyak makna dan kebahagiaan untuk kita semua.

selamat mudik, drive safely buat yang nyetir, dan sampai jumpa :) ditunggu oleh2nya yaaa!

Wednesday, September 9, 2009

Dulu, waktu SD saya punya circle of friends - gerombolan teman-teman sekelas yang selalu haha-hihi bersama dan saling menemani kalau salah satu dari kami ingin pergi ke WC. Beberapa kali kami marahan. Saya ingat saya pernah marahan dengan seorang sahabat saya itu, sebut saja namanya Mawar. Ah, marahan anak SD. Alasannya bodoh. Saya meng-claim Mawar sebagai sahabat saya dan marah karena Mawar mulai temenan dengan orang lain, sebut Melati. Saya jealous. Saya nggak tahu kalau namanya hubungan persahabatan ini nggak ubahnya seperti hubungan pacaran tanpa status; intens tapi nggak bisa mengikat.

Akhirnya saya belajar kalau sahabat itu bisa datang dan pergi. the real ones always stay, the others come and go easily. Waktu SMP, saya berteman dengan orang-orang yang berbeda. Suatu hari saya marah sekali sama seorang teman saya, sebut saja namanya Anggrek. alasannya tidak kalah bodoh. Dari teman saya yang lain, sebut Aster, saya tahu Anggrek suka sama seseorang. Saya marah karena Anggrek nggak ngasih tau. sebagai sahabat, saya yakin ada perjanjian tidak tertulis bahwa saya punya hak utk diberitahu hal-hal sepenting itu. dan apa yang membuat Aster lebih layak tahu daripada saya? nggak ada.

Ah, itu alasan yang sama bodoh. Kita toh tahu bahwa menjadi dewasa itu sama dengan menjadi less demanding dan more understanding. saya yang dulu membutakan diri dari argumen Anggrek lambat laun mulai sadar bahwa dia ada benarnya juga, dan kemarahan saya itu nonsense belaka. Perlahan memang saya sadari kalau seerat apa pun persahabatan itu, setiap orang punya hak untuk memiliki rahasia. Tetap ada map-map confidential yang memang bukan kuasa kita untuk memaksa mereka untuk membukanya. maka ketika waktu SMA, seorang teman saya, sebut saja namanya, errr saya kehabisan nama bunga,, errrr Bougenville deh, tiba-tiba bilang bahwa dia suka sama mantan saya dan ternyata mereka sudah jalan bareng beberapa kali. Waktu itu saya syok, jelas. Sempat sebal juga, marah-marah dalam hati, tapi lama-lama dengan asas bahwa setiap orang berhak memiliki rahasia, dengan berusaha memposisikan diri sebagai si Bougenville, saya bisa mengerti. dan sebagai orang dewasa, saya tahu sudah bukan porsi saya untuk menuntut Bougenville membeberkan semua ceritanya ke saya.

Maksud dari tiga paragraf di atas bukan buat menceritakan kenapa saya punya teman yang namanya kembang semua, karena toh namanya fiktif hahaa. Saya emang lagi agak sensitif kalo soal pertemanan sekarang. saya hanya ingin bilang bahwa sekarang kita sudah dewasa. Pertemanan penuh ikatan harus begini harus begitu, dia-teman-yg-baik-karena-selalu-mau-nemenin-ke-toilet, dia-teman-yang buruk-karena-gak-pernah-kasih-contekan, yang mendominasi, itu sudah nggak jaman. sekarang hubungan pertemanan itu beyond them all.

Kita berteman dengan seseorang itu sederhana, kan, ya. nggak usah pakai prosesi penembakan "maukah kau menjadi temanku?", dan dijawab "ohyes i do." Ketika sudah nggak cocok dan tahu nggak bisa bersama lagi juga nggak usah pakai prosesi putus, nangis-nangis di kamar, dan membuang semua barang kenangan. Kita cuman tiba-tiba saling menjauh dan berhenti melakukan hal-hal bersama. sesederhana itu. namun justru karena itu, dalam beberapa sisi, karenanya, hubungan pertemanan menjadi lebih rumit daripada hubungan perpacaran. ketanpastatusannya, ketidakberdayaan satu pihak utk marah ketika pihak yang lain mulai walk away, kemungkinan untuk dinomorsekiankan.

Then ketika kita berhasil menemukan seorang teman yang adalah teman sejati, yang bahkan tanpa harus berkata-kata, tanpa prosesi penembakan ataupun PDKT, bisa saling mengerti, yang kalau ada permasalahan tidak langsung mengucap "putus" atau melancarkan aksi diam seribu bahasa demi memenangkan ego, yang kepada nya kita bisa melihat langsung di mata dan menjadi diri kita sendiri, yang bisa diajak tertawa bergembira menangis dan berduka bersama, maka itu adalah berkah yang luar biasa, bukan?

sumpah saya ga tau nulis apa. hahahahaa.

Wednesday, September 2, 2009

gempa!

Per-gempa-an selalu membuat heboh segala kalangan. Dan percaya atau tidak, entah ini berkah atau bukan, saya selalu tidak berjodoh dengan yang bernama gempa.

ketika gempa Jogja Mei 2006 kemarin, yang menggemparkan seluruh Indonesia, yang merubuhkan tembok belakang rumah saya, saya sekeluarga lagi liburan di Lombok ngerayain ulang taun perkawinan orang tua saya yg ke-25. saya sekeluarga ngga ngerti dan ngga ngerasa apa-apa sampai seluruh sodara saya menelepon dengan super paniknya, dalam benak mereka saya sekeluarga ikut berjuang di tengah puing-puing bangunan, dan bukan di tengah pasir dan air laut pulau Lombok.

Saya rasa sense gempa saya emang lemah, karena itu. sering sekali terjadi gempa dan saya ga ngerasa.

tadi juga.
saya, ticex, dan teta sedang lihat-lihat diskonan Planet Surf di amplaz. kami bertiga lagi liat-liat tas. Ada nataya sama intan juga, lihat-lihat baju.
tiba-tiba semua orang teriak dan lari-lari.
bahkan ada satu toko yang langsung nutup tokonya.
intan dan nataya udah ngga keliatan.

Saya, ticex, dan teta saling lihat, tampang kebingungan.. lalu melanjutkan pilih-pilih tas.
hahahahhahahaha. kita bahkan ga sadar ada gempa...

aduh posting nyampah.

Sunday, August 30, 2009

SALE, SALE, SALE! :)

kata tetangga saya yg namanya mas bagus, saya itu MODIS. alias Moeka Diskon. haha.

kata teman saya ticex, kami bisa main film dan ngalahin Isla Fisher dengan film berjudul Confession of a Diskonan-holic.
ohyea, diskonan, siapa yang ngga suka?
Sebagai wanita normal yang suka berbelanja, diskonan selalu membuat mata saya hijau. saya memang sedikit impulsif kalau berbelanja. "Mumpung cuman ... " selalu menjadi justifikasi dan pembenaran saya dalam membuat keputusan pembelian. Karena itu diskonan selalu menjadi sesuatu yang saya benci dan saya cintai secara bersamaan.

Minggu ini saya pergi ke dua diskonan yang cukup fantastis, dan karena saya baik hati dan pengen posting tapi ga ada bahan (ada deeeng, tapi blum upload foto jadi besok aja lah), maka saya bagi di sini. bukan bantuin promosi juga, sih. cuma ingin berbagi informasi. semoga bisa bermanfaat utk teman-teman yang tertarik.

1. diskonan LEA di jalan mangkubumi. You all know Lea. Jeans dan teman-teman yang rasanya cukup terkenal seantero dunia. Diskonan Lea ada di Jalan Mangkubumi, seberang KR, dan dibuka sampai tanggal 17 september (kalau ga salah). Di sana ada jeans beraneka rupa 100.000-an, hem-hem cewek 30.000-50.0000 dan segala rupa lainnya. dan ingat, ini merek LEA. ohwaw. saya naksir banyak hal, mulai dari celana jeans courdoray (eh nulisnya gimana ya?) sampai blus bergaya taplak meja yang cute. tapi saya sedang ontheway menjadi gadis yang lebih rasional. jadi..
what i got there : nothing hahhaa :)

2. diskonan GRAMEDIA, di gramedia sudirman. rasanya kaya pergi ke pameran buku. walau tempatnya kurang pw, sempit, dan bukunya cuman di bruk-brukin aja, i love it a lot! bayangkan! komik doraemon cuman 3 ribu rupiah, goosebumps yang dulu saya gilai banget waktu sd cuman 2 ribu rupiah! rata-rata buku disana dijual 10.000 - 25.000, dan kabarnya koleksinya bakal ditambah terus. beberapa buku yang menarik hati saya antara lain: buku cerita bergambarnya Madonna (saya pengen beli buat keponakan, hehe); buku-buku serial chicken soup, mars and venus, dan don't sweat the small things berbagai versi; buku Marketing Management nya Kottler dan Business Essential yang dijual hanya kepala seratus ribuan (oh seandainya saya belum lulus kuliah2 ituuu!!); novel-novel seperti novelnya Nicholas Sparks (yg ngarang the Notebook, Message in the Bottle, dan A Walk to Remember), James Petterson (penulis Suzanne's Diary for Nicholas dan series Maximum Ride), dan banyak lagi.

what i got there:
- Falling Angels dari Tracy Chevalier (saya tahu tracy dari A Girl With A Pearl Earring, sebuah buku yang saya suka bgt karena cantik dan menghanyutkan, yang sudah difilmkan dengan Scarlett Johanssen sbg pemainnya) for only idr 10.000
- A Spot of Brother dari Mark Haddon (i love mark haddon for writing The Curious Incident of a Dog in the night Time, huaa it's the coolest book ever!) for idr 27.500jadi, bagi yang tertarik silahkan kesana..

dalam post asal ini saya ingin sampaikan duka yang mendalam utk kakak kelas saya di FEB yang meninggal karena tragedi di Jembatan Layang. Detailnya membuat saya merinding, dan saya berdoa utk almarhum agar diterima segala amal ibadahnya, dan diberi ketabahan utk seluruh keluarga dan pihak yang ditinggalkan. Teman, pelajaran keras lain bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.
btw one song i currently repeating on my playlist: We Are Golden dari Mika, dan satu album Harmoni Cinta dari Gita Gutawa, hahaa. love them.

Saturday, August 22, 2009

dedicated to sie acara simfoni 2009

Minggu terakhir ini benar-benar minggu yang berwarna.
Ada warna-warni kuning, oranye, pink yang menyenangkan, ada warna hitam dan kelabu yang melelahkan, ada warna biru dan hijau yang menyejukkan, ada warna merah gelap yang membakar emosi, ada warna perak berkilauan yang akan selalu terkenang.

Warna-warni itu saya dapat dari kepanitiaan acara ospek kampus yang bertajuk Simfoni, dimana disana saya bertemu dengan 12 orang yang tadinya saya pikir nggak semuanya adalah tipe-tipe orang yang biasa dekat dengan saya. ada yang rajin dan ber-ip nyaris 4, ada yang serius dan suka nongkrong di ruang bem, ada yang anak gaul kampus, ada yang dulu saya sebelin karena saya pikir lenjeh, ada yang tampak pendiam dan kalau bersama dia saya sampe nggak tahu mesti ngomong apa.

Nyatanya seperti nama acara kami, lambat laun kami mulai menjadi sebuah Simfoni. Ketika simfoni adalah sebuah jalinan nada berbeda-beda yang tergabung dalam suatu komposisi, 13 orang yang berbeda ini kelamaan mulai saya rasa menjadi sebuah keluarga. Saya nggak bilang keluarga ini sempurna, tanpa ketidaknyamanan, tanpa rasa sebal satu sama lain, atau tanpa ngerasani di belakang. Keluarga ini, sama seperti setiap keluarga lain di seluruh dunia, juga tidak sempurna. keluarga ini juga kadang saling benci. keluarga ini juga kadang sering marah, sering jenuh, sering lelah. dan karena ketidaksempurnaannya, keluarga ini membuat saya bahagia.

Papa saya mengernyit, dengan terang-terangan menyatakan keprihatinan, ketika saya berangkat ke kampus di hari minggu. Ibu saya sering nggak terima karena lihat saya setiap hari kerjaannya hanya rapat dan rapat. Keluarga ini memang menuntut diluangkannya waktu dan tenaga yang tidak sedikit. rapat sudah jadi rutinitas kami setiap harinya. kata Ibu saya, "Kamu tiap hari pulang malam, memangnya kamu dibayar? memangnya kamu dapat apa dari kampus?"

kami ber-13 bekerja luar biasa keras selama dua bulan terakhir. Untuk apa? kami mungkin juga nggak tahu. untuk penghargaan? untuk materi? saya rasa bukan. untuk pengalaman? koneksi? reward dari dewan pengawas sebagai seksi terbaik? ketenaran di antara maba 2009? saya rasa itu hanya efek samping. Saya juga nggak tahu kenapa merepotkan diri sendiri, keluar duit cuma untuk baju kembaran yang dipakai di hari ketiga, tidur di tengah malam dan bangun dini hari, berlari ke sana kemari dengan HT di tangan, rapat setiap hari sampai lupa makan, menghafal banyak lagu dan gerakan, berlelah-lelah dan memusingkan kepala.

In the end, ketika ahirnya acara kami telah berjalan, tiga hari yang bukannya tanpa cacat dan cela, kami duduk di depan panggung. menyanyikan lagu inagurasi, dan saya menangis. Bukan karena sedih kepanitiaan ini berakhir (saya juga kangen tidur lama di rumah dan membathang dan saya rasa saya gak sanggup begadang satu hari lagi, haha), bukan kaena jengkel, bukan karena marah. Saya menangis karena untuk apa pun saya dan 12 orang lainnya ini merepotkan diri selama dua bulan terakhir, it's all worth it. Senyum dan semangat yang kami dapat menjadi pembenaran untuk semua pengorbanan yang kami lakukan.

in the end, saya membaca surat dari maba 2009 buat saya, dan, memang saya bukan tipe orang yang dikirimin surat karena saya cantik dan atau sexy dan atau senyumnya terbawa mimpi, surat-surat yang saya baca bikin saya tersenyum. kata mereka: Kak, makasih ya karena selalu ceria. Mbak, kok bisa selalu semangat? aku jadi ikut semangat kalo liat mbak nari-nari. Mbak, tadinya aku deg2an mau ikut Simfoni, tapi liat mbak ramah banget aku jadi tenang. i can't help myself for crying, hahaa. saya emang gembeng setengah mati.

saya tahu yang saya dapat dari kepanitiaan ini melebihi apa yang saya berikan. Lebih dari itu, saya mendapat teman-teman yang membuat hari-hari saya semakin warna-warni. Enji, rizchung, uthek, anti, reja, andreot, dansa, icha, miul, aarism, ferry, riski.

untuk itu, saya bersyukur atas suatu sore dimana saya bertemu rizka dan uthek, dan mereka memaksa saya buat apply di kepanitiaan ini, dan ketika saya memasukkan form pendaftaran di kotak recruitmen. untuk itu, saya bersyukur atas dua bulan yang berhasil mendewasakan dan memberikan pengalaman yang luarbiasa.

dan kok post saya kali ini jadi sok puitis dan gak kayak biasanya, ya? hahaha. saya emang lagi mellow. dan merasa sangat sayang sama 12 orang lainnya itu, walaupun mungkin mereka jg ga baca, haha.

Wednesday, August 5, 2009

sahabat

tiba-tiba malam ini saya teringat dengan beberapa orang yang, entah pernah, atau hingga sekarang, saya labeli dengan kata 'SAHABAT'.

beberapa orang teman SD yang, dulu waktu zaman-zaman saya masih lugu dan polos itu, selalu duduk jejeran dan bermain sana-sini, tapi sekarang saya bahkan nggak tau dia kuliah di mana.

beberapa orang teman SMP, yang dulu ketika kami masih pakai seragam putih biru, selalu jadi partner setia curhat dan gosip sana-sini, tapi sudah sejak beberapa tahun belakangan ini berhenti saling mengucapkan selamat ulang tahun.

beberapa teman SMA, yang dulu sudah seperti saudara dan layaknya genk AADC, tapi sekarang cuman ketemu waktu liburan, dan entah akan seperti apa kalau tidak ada yang namanya facebook dan ym.

bahkan beberapa orang sahabat ketika kuliah, yang dulu sempat sangat dekat, tapi sekarang terasa jauh.

kenapa ya?
suddenly i miss you all.

Saturday, August 1, 2009

The Fall

Saya suka sekali nonton film, walaupun saya jelas bukan anak bioskop. saya lebih suka pinjam vcd dan nonton sendirian di rumah sambil ngemil, menumpuk lemak. alasannya sederhana: lebih tenang (oh i hate ngobrol sambil liat film!), lebih murah, dan rasanya nggak menyedihkan jika dilakukan sendirian. yea, saya pernah pergi ke bioskop sndirian, nonton ice age waktu lagi ke jakarta kemaren, dan semua orang yang saya ceritain memicingkan mata seolah-olah itu adalah aib yang menumbuhkan kesan "hei aku gadis kesepian yang desperate loh".


vcd yang terakhir saya pinjam adalah the Fall. ini tipe film yang sangat cantik dan saya sangat suka, tapi saya nggak yakin ini sesuai selera banyak orang. entah kenapa saya kok selalu suka film2 yang agak aneh dengan tokoh anak kecil ya?

bersetting di sebuah rumah sakit di LA (los angeles bukan lenteng agung) mungkin sekitar awal 1920-an, The Fall bercerita tentang Alexandria, seorang imigran berusia lima tahun yang sedang dirawat karena lengannya patah waktu jatuh metik jeruk di kebun. Di rumah sakit, Alexandria secara nggak sengaja berteman dengan Roy, aktor stuntman yang dirawat karena kecelakaan adegan film (kayaknya sih gitu, hahaa)

Alexandria terpesona dengan dongeng yang diceritakan Roy, tentang lima orang pria yang berusaha balas dendam ke seorang gubernur jahat bernama Odesius. Kita bakal ngelihat visualisasi dongeng Roy, yang digambarkan dengan sangat sangat cantik dengan setting berbagai tempat di seluruh belahan dunia. konon syutingnya dilakukan di 18 tempat di seluruh dunia, dan mari berbangga hati, karena tempat cantik yang dipilih itu juga termasuk INDONESIA :) ada adegan di Sumatra dan Bali yang menampilkan sawah kita yang hijau bertingkat-tingkat, ada semacam tarian kecak yang terlihat mistis dan cantik sekali. selain di Indonesia, banyak scene di India dan Afrika. sama cantiknya.

ini di Indonesia!

walaupun alurnya lambretong banget dan sedikit boring dan bikin ngantuk, saya suka banget film ini. bagaimana dongeng Roy adalah metafora kehidupannya, dan bagaimana Alexandria memvisualisasinya dengan kepolosan khas anak kecil. betapa unik dan menariknya percakapan antara Roy dan Alexandria. betapa film ini begitu indah dan artistik di satu sisi, tapi begitu gelap dengan isu drugs dan depresi di sisi yang lain. dan betapa cantiknya dunia tempat kita tinggal ini, dengan begitu banyak tempat yang ingin saya kunjungi suatu hari nanti.

ini charles darwin, salah satu tokoh dongeng nya, hehe.